Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemuda Panyampa Berdaya: Menghidupkan Kesenian Lokal Melalui Sanggar Sipamarasa

Oplus_131072

CAMPALAGIAN – Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, sekelompok pemuda di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, memilih jalan yang berbeda. Lewat wadah Sanggar Seni Sipaqmarasa yang ada pada desa panyampa, mereka membuktikan bahwa kemajuan zaman bukan alasan untuk meninggalkan akar budaya Tanah Mandar.

Sanggar ini kini menjadi pusat denyut nadi kesenian di Desa Panyampa. Setiap harinya, puluhan pemuda berkumpul untuk berlatih, mulai dari tari tradisional, musik , hingga atraksi seni khas Mandar lainnya, demi menjaga agar warisan leluhur tidak sekadar menjadi sejarah yang berdebu.

Mewujudkan Semangat Sulbar yang Malaqbi

Kehadiran Sanggar Sipaqmarasa bukan hanya tentang pementasan seni, melainkan sebuah gerakan moral. Mengambil filosofi Malaqbi identitas utama Sulawesi Barat yang menjunjung tinggi harkat, martabat, dan etika para pemuda ini berupaya menyalurkan energi positif mereka ke dalam karya yang membanggakan.

“Kami ingin pemuda Panyampa tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui Sipaqmarasa, kami membangun kepercayaan diri bahwa kebudayaan kita sangat berkelas dan patut dirawat dengan rasa (Sipaqmarasa),” ujar salah satu penggerak sanggar.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas, tidak hanya dari pemerintah desa tetapi juga dari para tokoh adat yang melihat adanya harapan baru bagi regenerasi pelaku seni di Polewali Mandar.‎

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *